Tewas dengan Wajah Tertutup Bantal, Wanita Muda Diduga Jadi Korban Pembunuhan

11897

CILEGON, BCO.CO.ID – Warga Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, digegerkan oleh temuan jasad seorang wanita muda berinisial SMS (32) yang terkapar di kamarnya di sebuah rumah kontrakan, Rabu malam 18 Agustus 2021. Informasi yang dihimpun, korban ditemukan tewas sekitar pukul 19.30 WIB.

Menurut Saria, saksi yang menemukan korban menceritakan, korban ditemukan dalam posisi terlentang, wajahnya tertutup bantal dan luka memar pada bagian kaki.

“Itukan pintu (kamarnya-Red) gorden doang, pas saya buka almarhum dalam keadaan tidur, terbaring dengan posisi muka ditutup sama bantal. Di kaki ada luka memar,” ujar Saria, kepada wartawan, Kamis dinihari 19 Agustus 2021.

Diduga, SMS menjadi korban pencurian dan sempat melakukan perlawanan. Tak hanya itu, barang-barang berharga milik korban juga raib.

“Kayaknya bekas perlawanan itu, ada luka di kaki memar. Barang-barang yang hilang itu motor, handphone, tabung gas, sama dompet. Katanya tadi pagi ada yang lihat bawa motor sama tabung gas, kirain mah almarhum ternyata bukan,” paparnya.

Masih kata Saria, korban tinggal berdua bersama rekannya di rumah tersebut. Namun, rekan korban yang bekerja di butik sudah dua hari tidak pulang lantaran kondisi pekerjaannya.

Sebelumnya juga korban masih aktif berkomunikasi hingga Selasa tengah malam. “Ada temannya berdua, cuman temannya itu kerja di butik pulang malam, udah dua hari dua malam. Cuman malam ini dia mau pulang,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Inafis dan Satreskrim Polres Serang Kota bersama Polsek Kramatwatu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Kepolisian juga mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke rumah sakit guna dilakukan autopsi.

Kapolsek Kramatwatu Kompol DP Ambarita mengatakan, pihaknya hanya melakukan penanganan awal guna mendalami kasus tersebut. Saat ini, kasus penemuan jenazah wanita muda tersebut ditangani Satreskrim Polres Serang Kota. “Pada kasus ini, kami hanya penanganan pertama saja karena harus berkoordinasi dengan Pak Kasatreskrim untuk pendalaman lebih lanjut,” kata Kompol DP Ambarita. []

0Shares