Bocah Gizi Buruk di Kotabumi Terima Bantuan dari Polisi dan Wartawan

1137

CILEGON, BCO.CO.ID – Beredarnya informasi atau berita tentang Muhammad Afdil, anak dari pasangan Herman dan Hamsanah, warga Lingkungan Penyairan Atas, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, yang mengalami gizi buruk memancing kepedulian dari Institusi Polri dan Jurnalis di Kota Cilegon.

Sejumlah wartawan dari Forum Wartawan Cilegon (FWC) bersama Kapolsek Purwakarta Iptu Atep Mulyana, mendatangi kediaman orangtua Muhammad Afdil, untuk menyalurkan bantuan demi bocah 12 tahun itu, Rabu 26 Mei 2021.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, paket sembako serta uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Afdil merupakan putra ketiga dari pasangan Herman dan Hamsanah, Afdil mengalami gejala gizi buruk semenjak kecil. Dalam kesempatan itu, Kapolsek Purwakarta Iptu Atep Mulyana mengatakan, bantuan yang diberikan kepada keluarga Muhammad Afdil merupakan bantuan dari Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono yang dititipkannya untuk diserahkan kepada anak yang mengalami gizi buruk tersebut.

Menurut Kapolsek, anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dipastikan keadaannya. Oleh sebab itu, ia berharap dengan kehadirannya itu bisa memberikan kontribusi terhadap warga yang tengah membutuhkan. “Mewakili kapolres, saya sampaikan bantuan. Anak ini merupakan aset bangsa untuk di masa depan, makanya kita dari Polsek Purwakarta bisa memberikan kontribusi ditengah-tengah masyarakat,” kata Iptu Atep Mulyana, Kapolsek Purwakarta.

Di tempat yang sama, Ketua RT 02/08 Lingkungan Penyairan Atas Ruslan mengungkapkan, bocah 12 tahun itu selama ini hanya dirawat di rumah saja. Padahal, berbagai perhatian dan bantuan sudah diberikan dari pihak kelurahan, termasuk difasilitasi untuk mendapatkan akses fasilitas kesehatan. Namun, karena alasan tertentu orang tua Afdil selalu menolak anaknya untuk diobati. “Kami juga sudah berupaya lewat puskesmas, ya inilah kemampuan warga kami yang anaknya enggak mau dirawat di rumah sakit,” ujar Ruslan.

Sementara itu, Pembina FWC Poe Saputra menyatakan, melihat kondisi Afdil yang hanya bisa tergolek di kasur dengan kondisi tubuh tulang dibalut kulit, anak tersebut harus segera mendapatkan penanganan yang lebih serius di fasilitas kesehatan baik Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Sekalipun, pihak pemerintah dalam hal ini kelurahan sudah berupaya membujuk keluarga yang tidak ingin diberikan pengobatan. Namun, untuk kesehatan Afdil harus segera ditangani. “Kami berharap pemerintah dan Faskes (fasilitas kesehatan) bisa membujuk orang tua Afdil untuk bisa ditangani dengan serius. Kondisinya sudah sangat buruk karena hanya tulang dibalut kulit,” paparnya. []

0Shares