Iklan Ucapan

Banyak Kalangan Remaja di Cilegon Idap Gangguan Kejiwaan, Segini Jumlahnya

1062

CILEGON, BCO.CO.ID – Angka penderita gangguan kejiwaan di Kota Cilegon semakin meningkat. Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon selama 2021 kasus ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) ada sebanyak 794 orang dengan mayoritas penderita dari kalangan remaja. Angka ini jauh lebih meningkat dari 2020 lalu hanya 580 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengatakan, generasi muda yang sangat rentan mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi di masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, ketika tidak siap menghadapi masalah besar yang dihadapinya. “Mayoritas penyebab terjadi gangguan jiwa ini karena ada rasa kecewa dengan orang lain, harapannya pupus dan para pengidap ini cukup lemah dalam menerima persoalan,” kata Ratih Purnamasari, Kadinkes Kota Cilegon, kepada awak media usai kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kamis 21 Oktober 2021.

Iklan Ucapan

Kadinkes menjelaskan, penderita ODGJ terbanyak dari 8 kecamatan itu tercatat di Kecamatan Cilegon dengan jumlah yang tercatat ada 258 orang. Sementara, Kecamatan Citangkil 152 orang, Kecamatan Cibeber 41 orang, Kecamatan Purwakarta 51 orang, Kecamatan Pulomerak 76 orang, Kecamatan Grogol 62 orang, Kecamatan Ciwandan 84 orang dan Kecamatan Jombang 70 orang. Meski mayoritas penderita dari kalangan remaja, ia mengaku belum mengetahui secata detail usia penderita ODGJ tersebut.

“Untuk usia berapa si penderitanya, saya juga belum melihat dan mengetahui secara pasti. Karena masih berada di pemegang program. Saya sendiri hanya bisa mengambil dari jumlahnya saja,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengaku cukup kaget dengan banyaknya penderita ODGJ di Kota Cilegon yang sebelumnya ada 580 orang menjadi 794 orang. Dengan kondisi ini, ia meminta kepada Dinkes Cilegon untuk mengkaji ulang total penderita ini. “Cukup banyak juga. Coba puskemas coba data kembali penderita yang memang masuk katagori ringan, sedang dan berat. Kalau terlalu banyak begini, nanti bisa kita anggarkan untuk dibangunkan RS Jiwa,” ujar Helldy.

Politisi Partai Berkarya ini juga meminta agar Dinkes Cilegon menyiapkan dan menambah psikiater untuk membantu pemerintah guna membantu penderita ODGJ. Tak hanya itu, keberadaan dokter-dokter di setiap kecamatan perlu ditambah, mengingat saat ini keberadan dokter baru ada di beberapa kecamatan di Cilegon.

“Di setiap puskesmas harus ada semua. Dan keberadaan dokter di puskesmas ini sangat membantu mempercepat kesembuhan dari pasien tersebut,” pungkasnya. []

0Shares