Persentase Kematian Covid-19 di Cilegon Kalahkan Nasional, Satgas Perketat Aktivitas Masyarakat

2113

CILEGON, BCO.CO.ID – Imbas dari tingginya angka kematian karena Covid – 19 yang mencapai 4,0 persen di Kota Cilegon yang mengalahkan angka kematian nasional mencapai 2,8 persen, Satgas Covid-19 Kota Cilegon kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pembatasan tersebut mulai diterapkan pada 1 Febuari hingga 8 Febuari mendatang.

PPKM di Cilegon sendiri ditandai dengan berdirinya Posko Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon yang befungsi sebagai tempat aduan masyarakat ataupun pelaksanaan operasi Satgas Covid-19.

“Sebetulnya sebagai tanda bahwa kita serius dalam melaksanakan PPKM tahap kedua ini,” kata Letkol (Inf) Ageng Wahyu Romadhon, Wakil Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Dandim 0623 Cilegon, Senin 01 Februari 2021.

Disinggung soal sasaran dari operasi Satgas Covid-19 Kota Cilegon, Dandim menjelaskan, sasaran kegiatan operasi tersebut diputuskan ketika petugas berangkat ke area yang dituju. Hal itu untuk menghidari kebocoran informasi terkait operasi yang dilaksanakan.

“Sasarannya akan disampaikan ketika kita berangkat. Saya tidak mau ini bocor, beberapa kali sidak bocor. Sehingga saya tidak mau ini menjadi operasi yang diada-adakan. Ini betapa seriusnya Pemkot Cilegon menurunkan persentase naiknya angka Covid-19 ini,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan pembatasan ini, lanjut Ageng, sentra usaha masyarakat dibatasi waktunya. Selain itu, pihaknya juga mengatakan, tempat-tempat usaha harus melayani konsumen dengan sistem take away alias tidak ditempat.

“Mal akan kita kurangi jam operasionalnya sampai pukul 19.00 WIB. Warung-warung tenda pinggir jalan masih beroperasi namun dengan sistem take away, selanjutnya kafe-kafe pinggir jalan warung-warung kuliner juga demikian,” imbuhnya.

Kendati bakal berdampak pada perekonomian, namun Satgas Covid-19 Kota Cilegon akan melakukan evaluasi setelah pelaksanaan pemabatasan tersebut apakah akan diperpanjang atau dihentikan. Hal itu tergantung dari angka Covid-19 dan tentunya kesadaran masyarakat sendiri. []

0Shares