Sopir Asal Subang Jadi Korban Pemalsuan Surat Antigen di Merak, Ini Kata Kepala KSKP

1187

CILEGON, BCO.CO.ID – Seorang sopir asal Subang, Jawa Barat, bernama Mulyadi, yang membawa muatan kursi sofa terpaksa harus berurusan dengan Satgas Covid-19 lantaran surat rapid antigen yang dibawanya diduga palsu saat hendak melintas di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin 19 Juli 2021.

Mulyadi mengaku, surat keterangan hasil rapid antigen tersebut didapatnya dari salah satu oknum pengurus kendaraan logistik yang ada di sekitar Pelabuhan Merak. Dimana ia diiming-imingi akan dirapid tes antigen saat membeli sebuah tiket kapal dengan nominal sebesar Rp100 ribu.

“Saya enggak tahu pak. Saya beli tiket di situ katanya langsung sekalian rapid test antigen. Dimintain KTP, terus saya kasih dan nunggu. Saya enggak tahu, dikira saya asli. Harganya 100 ribu,” kata Mulyadi di Kantor KSKP Merak.

Mulyadi mengaku menyesal telah membeli tiket pada oknum yang mengiming-imingi surat hasil rapid antigen tersebut. “Saya nyesel sama pengurus itu. Kok bisa ngasih kaya gitu,” ujarnya.

Sementara, Kepala KSKP Merak AKP Deden Komarudin menyampaikan, penangkapan yang terjadi di pos penyekatan tersebut bermula dari kecurigaan saat sopir mobil tersebut menunjukan surat hasil rapid test antigen. Petugas curiga dengan stampel yang terdapat pada surat tersebut yang diduga merupakan hasil scaning. Atas dasar itu, pihaknya langsung membawa sopir mobil tersebut ke kantor KSKP Merak.

“Begitu dapat, dibawa ke kantor dimintai keterangan dan mengakui. Kemudian kita juga lakukan pemanggilan terhadap pengurus itu ke kantor, namanya Sumade,” terang AKP Deden.

Dikatakan, kasus pemalsuan surat keterangan sebagai salah satu syarat penyeberangan tersebut telah terjadi 2 kali saat dimulai penyekatan arus kendaraan yang hendak melintas dari Pelabuhan Merak menuju Pulau Sumatera pada pukul 03.00 WIB.

“Kejadian sekitar jam 3, tadi malam udah 2 kasus surat antigen palsu. Kita proses juga, semuanya mobil pick up,” ungkapnya.

Kepolisian akan menyerahkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Cilegon untuk dilakukan proses penyelidikan. Selain itu, dengan adanya peristiwa tersebut, AKP Deden mengimbau masyarakat untuk memperhatikan keabsahan persyaratan perjalanan yang telah diberlakukan pemerintah selama masa PPKM. “Jangan main-main. Karena Surat Edaran sudah ada dari Kemendagri, Surat Edaran dari Satgas Covid-19 Nasional juga sudah ada,” pungkasnya. []

0Shares